Kenapa sich milih MBA?

Kuliah pagi ini dibuka dengan pertanyaan sederhana namun jawabannya butuh meditasi :D

Pertanyaan yang disampaikan oleh Pak Hadi dulunya dekan IPMI  (http://ipmi.ac.id/)sekarang sedang mengajar sebagai dosen di MBA ITB.

Berbagai jawaban muncul…

Lihat Tulisan

Personal Knowledge Management

Sedikit share tentang PKM, hasil kuliah singkat dengan pak Haitan di MBA ITB #Promosi :)

Setiap bisa jadi sudah melakukan PKM, namun tidak menyadarinya dan bisa jadi kurang statistika. Terkadang kita binggung ingin memilih mau fokus dalam bidang apa?…

View Post

Sukses Terbesar Dalam Hidupku(LPDP)

 Salah satu syarat dokumen pandaftaran yang perlu disertakan ketika mendaftar ke LPDP, butuh waktu yang lama bagi saya untuk bisa menuliskan nya. Semoga bermanfaat :)

Kesuksesan terbesar dalam hidupku?

Sebenarnya sudah lama saya memasukkuan semua data…

View Post

2013 in reviewThe WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an…View Post

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an…

View Post

Menantikan QurrotaA’yun

Menyapa dulu setelah lama tidak update.

Assalamu’alaykum pembaca dan sobat yang berbahagia. Alhamdulillah kita berjumpe kembali, kali ini saya mau bercerita perjuangan mendapatkan qurrotaA’yun, qurrotaA’yun adalah nama yang saya berikan untuk janin di rahim :) 

Sudah menginjak bulan ke 8 semenjak pernikahan saya di pertengahan april 2013 lalu. Tak terasa memang, karena semakin hari cinta ke suami semakin tumbuh. Hihi… jadi ga nyadar kalau 8 bulan hampir berlalu.

Saya playback sedikit ya sobat. Saya sudah ingin menikah semenjak tahun ke tiga kuliah, tepatnya tahun 2010. Karena kepikiran ingin menikah, langsung dech saya buat proposal nikah dan tak lama kemudian langsung saya serahkan ke murabbi (guru ngaji) saya. Di awal, saya kira nikah itu cepet dan gampang. Ternyata..eh ternyata.. butuh kesabaran dalam menunggu dijemput Sang pangeran. Setahun setelah proposal diserahkan, ada beberapa ikhwan(laki-laki) yang dijodohkan dengan saya„ lah karena bukan jodohnya ya ga berlanjut, ada karena tak memnuhi syarat saya karena ga mau ikut ngaji, trus ortu ga sregg dan de el el hal lain yang tak bisa membuat berlanjut.

Manusiawi saat itu bersedih kenpa seberliku ini jalan yang saya tempuh, ahh tapi karena banyaknya ujian yang dihadapi saya jadi tersadar bahwa ada sikap saya yang salah selama itu. Yaitu…saya kurang pasrah dan mekso ke Allah hehe. Wong namanya jodoh ya cuman Allah yang tau kapan waktu terbaik dipertemukan, lah saya manusia yang banyak dosa memaksa Allah untuk memberikannya sekarang juga. weleh..weleh.. Alhamdulillah Allah menyadarkan kesalahan saya, untuk menetralkan keinginan menikah ya saya sibukkan dengan ikut organisasi keislamawan sampai awal tahun 2013. Setelah menyelesaikan kepengurusan saya melanjutkan kembali rencana yang sempat tertunda yaitu….kuliah S2 ke Malaysia bulan April. Berlanjut saya sibukkan pikiran untuk mempersiapkan segala dokumen persyaratan S2, mulai dari essay, IELTS, photo, pasport dll. Nah karena butuh kilat maka saya mudik untuk mengurus pembutan pasport yang sehari bisa jadi hehe, kebiasaan suka mepet mepet ini yang perlu diperbaiki :D

Biar makin cepat ngurus pasport saya dibantu babe untuk mencarikan jasa pelayanan pasport sehari, udah nemu jasanya ya saya urus sendiri. Babe pulanggg, karena kilat ya biayanya kilat juga yitu 420 rebongg kalau normal cuman 200 ya kalau ga salah. Saya datang ke kantor imigrasi sekitar pukul 8, daftar, ngasih dokumen, ngobrol sebentar terus pulang. Karena saya kebagian foto di siang harinya sekitar jam 11. Karena letak rumah dekat dengan kantor Imigrasi ya saya brangkat jam 10.30 dari rumah terus foto, habis foto ditanya buat apa buat pasport de el el. Selesai wawancara jam setengah 1, keasyikan ngobrol sama petugasnya hehe, sholat di sana terus pulang. Selesai sholat cek hape ada sms dari mbak xxxx “tik, kalau proposalnya diterima adik kelas gmna?” serasa ada petir eh lebay. Kaget dan bersyukur bahwa saya di proses lagi untuk menikah. Wah bener-bener jodoh datang saat tidak terfikirkan. Hikmahnya agar lebih obyektif untuk menjalani prosesnya, dan nikahnya juga kilat hehe menyederhanakan proses.

Setelah menikah pengen menunda dulu punya momongan, mau pacaran dulu karena saya ga kenal sama sekali sebelumnya dengan suami. canggung lahh..tapi ternyata nikmat membangun cinta. Baiti jannati lah

Sebulan setelah menikah baru terfikirkan untuk meminta keturunan, jeng jeng bulan ketika setelah menikah saya ada tanda-tanda hamil ya perut kram, payu** nyeri, sensistif bau dan nafsu makan meningkat. Karena waktu itu saya harus pp jakarta bandung setiap weekend, kecapean mungkin ya, jadi yang di perut belum kuat. Akhirnya keluar dech.. sedihnyaaa kehilangan, sampe nangis. Dan baru sadar betapa anak itu harta paling berarti dan saya baru sadar betapa berat perjuangan seorang Ibu. Bulan berganti bulan siklus haid jadi berubah di kisaran 23 hari sebelumnya 32 hari, ternyata dibalik itu Allah ingin memendekkan siklus saya agar lebih subur. Memang ya setelah mendung akan turun hujan rahmat, seringkali kita tak memahami bahwa kesedihan yang ditimpakan ke kita sebenarnya ada kebahagian yang besar di balik itu.

Perbaiki diri lagi, perbaiki ibadah, amal yaumi dll agar pantas diamanahkan keturuan. Ternyata baru saya sadari 3 bulan kebelakang, bahwa saya mengulang sikap yang sama ketika menanti jodoh yaitu berharap sangat dan mekso sehingga tak siap dengan kegagalan. Alhamdulillah suami membantu saya untuk melewati masa  dan saya jadi jaul lebih santai, tenang dan rilex menanti kedatangannya.

Disaat saya sudah santai dan rilex eh ternyata tanda-tanda itu datang lagi dan saya telat 6 hari, namun hari ke 6 keluar lagi si merah. Reaksi manusiawi saat itu tanpa sadar air mata melelh, karena sebelumnya saya sudah merasakan kehadirannya, sering saya ajak ngobrol. Yahh lagi-lagi memang belum rezeki ya harus bersabar dan bangkit lagi. Bahkan saya sempat berfikir apakah kesempatan itu datang lagi, alhamdulillah suami menguatkan saya. Rasanya ko saya belum bisa bersyukur diberikan Allah suami yang penyayang, sabar, tutur katanya positif, pekerja keras. Mungkin Allah ingin lebih mengajari saya untuk bersyukur dengan segala yang telah Allah berikan, ada orang yang menanti pasangan sampai usia 30an lebih belum diketemukan, nah saya di usia muda sudah diketemukan serasa belum bisa mensyukuri nikmat itu.

Saya harus bangkit dan menata hidup lagi, bolehlah sedih tapi sebentar saja. Sebagai ikhtiar untuk membesarkan hati jundi di tubuh saya, hari pertama si merah datang saya langsung mengelu-ngelus perut dan bilang “rahim saya tau engkau mampu mempertahankan dan menjaga dede dengan sangat baik, namun Allah Tuhan kita telah memerintahkan kepadamu untuk melepaskan dan mengeluarkannya, walaupun aku tau engkau sangat ingin mempertahankannya, namun tak apa, karena ketaatanmu kepada perintah Allah itu jauh lebih besar kebaikannya, sebab semua yang diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya, nah dengan menuruti serta taat dengan perintahNya lah itu sebagai bukti ketaatanmu, saya senang engkau menjalankan perintahNya, jangan bersedih ya rahim, tuba falopi, ovarium kalian sudah berusaha yang terbaik, jangan khawatir suatu saat nanti dede qurrotaA’yun akan diletakkan lagi oleh Allah di rahim, kita berdoa dan berusaha lagi ya semoga Allah mengabulkan, dan tadi dede mampir sebentar di rahim katanya dede mau kenalan dulu sama ummi dan abi. Dede senang berkenalan dengan ummi dan abi dan lain waktu datang lagi. Sedih boleh tapi jangan lama-lama ya, kita berusaha semaksimal lagi” sambil tetap mengelus-elus perut saya baca sholawat dan al fatihah

Karena mereka juga hidup perlu saya sapa, perlu saya kuatkan dan perlu saya berikan apresiasi. Jadi panjang ya.

Saya juga mau bagi info nich dokter kandungan yang bagus di Bandung

1. Dr Delle di RSAI

2. Dr. Evi di Galenia

3. Dr. Anna atau Dr.Tina di hermina

Saya lebih prefer ke dokter perempuan, lebih nyaman saja dan kalau di usg kan sesama perempuan jadi lebih aman.

oke lah sekian dulu ceritanya, kita sambung lagi nanti ya :)

TERLAHIR KEMBALI

Sudah hampir 6 bulan hidupku terasa berbeda karena ada seseorang disampingku. bersama melewati hari-hari merajut impian, menyatukan visi membangun cinta dan ketaatan. 

Bagiku menikha meruypakan gerbnag kehidupan baru, tanggung jawab baru, peran baru dan segudang penyesuaian lainnya. Sebuah tantangan untuk terus mendorong diri beramal dan meningkatkan kualitas kebaikan, karena tak kupungkiri ternyata menikah juga membuat seseorang bisa lalai. Tenggelam dalam kenikmatan, maka hingga hari ini aku bersyukur, Allah masih mengizinkanku sibuk dalam berbagai aktifitas da’wah. 

Laki-laki ibarat benih dan perempuan ibarat tanah. Jika benih dan tanahnya bagus maka akan dihasilkan tumbuhan yang luar biasa

renungan di awal bulan september

Hidup ini tentang kepercayaan kepada Allah, bahwa apa yang Allah turunkan pasti terbaik untuk kita, hanya kita butuh waktu untuk bisa memahami dan mengerti bahwa yang telah berlalu satu detik adalah pilihan terbaikNya.

Hidup ini sudah diatur semuanya oleh Nya, hanya saja seberapa besar kesungguhanmu untuk mencapai kualitas hidup terbaik maka percayalah Allah sudah menyiapkan lebih dari yang kau inginkan.

Maka nikmat tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?

Jika masih enggan menaati perintahnya dan menjauhi larangannya

Jika masih tak menyadari betapa sedikit kita bersyukur

Jika masih merasa semua yang terjadi karena kemampuan diri

Kesejukan pagi yang merona

Landasan Organisasi : Cinta Kami Berlandaskan CintaNya

Melanjutkan cerita sebelumnya tentang pelantikan “organisasi peradaban”, kali ini kami ingin menyampaikan betapa indahnya dan menentramkan dunia pernikahan yang dibingkai dalam syariatNya serta cintaNya.

Bukan untuk pamer atau sengaja mengkomporin atau…

Lihat Tulisan

Pernikahanku: Upacara Pelantikan Kepengurusan “Organisasi Peradaban”View Post

Pernikahanku: Upacara Pelantikan Kepengurusan “Organisasi Peradaban”

View Post